20 Aug 2026, 13:48
Berita
Kenapa Gula Darah Tetap Tinggi Padahal Sudah Mengurangi Gula?
Dipublikasikan oleh: Ried
1. Pengantar
Diabetes melitus tipe 2 bukan hanya soal terlalu banyak makan gula. Masalah utamanya adalah tubuh mulai resisten terhadap insulin, sehingga gula dari makanan sulit masuk ke dalam sel dan akhirnya menumpuk di dalam darah.
Salah satu cara yang cukup penting untuk membantu mengendalikan kondisi ini adalah mengatur pola makan, terutama jumlah dan jenis karbohidrat serta gula tambahan yang dikonsumsi.
Bukan berarti penderita diabetes harus berhenti makan karbohidrat sama sekali. Yang lebih penting adalah memilih sumber karbohidrat dengan baik dan mengatur porsinya.
2. Kenapa Gula Darah Bisa Tinggi?
Setiap kali kita makan karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa. Glukosa inilah yang kemudian masuk ke dalam darah.
Ketika gula darah naik, pankreas mengeluarkan insulin. Insulin bertugas membantu gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Pada diabetes tipe 2, sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin. Kondisi ini disebut resistensi insulin.
Akibatnya, tubuh harus mengeluarkan lebih banyak insulin untuk melakukan pekerjaan yang sama. Pada awalnya gula darah mungkin masih bisa dikendalikan, tetapi jika kondisi terus berlangsung, kemampuan pankreas bisa menurun dan gula darah akhirnya semakin tinggi.
Itulah sebabnya seseorang bisa mengalami gula darah tinggi sekaligus kadar insulin yang tinggi, terutama pada tahap resistensi insulin.
3. Kenapa Gula Darah dan Insulin yang Tinggi Perlu Diperhatikan?
Gula darah yang tinggi dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah dan berbagai organ, termasuk jantung, ginjal, mata, dan saraf.
Sementara itu, resistensi insulin juga sering berjalan bersama dengan masalah metabolik lain seperti kelebihan berat badan, tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol dan trigliserida, serta perlemakan hati.
Jadi, tujuan pengelolaan diabetes bukan sekadar menurunkan angka gula darah, tetapi juga memperbaiki kondisi metabolisme tubuh secara keseluruhan.
4. Apa yang Bisa Dilakukan?
Kurangi gula tambahan
Yang pertama dan paling mudah dilakukan adalah mengurangi makanan dan minuman yang banyak mengandung gula tambahan.
Misalnya:
- teh atau kopi terlalu manis;
- minuman bersoda;
- minuman kemasan;
- sirup;
- kue dan biskuit manis;
- permen;
- dessert;
- makanan dan minuman manis lainnya.
Minuman manis sebaiknya lebih sering diganti dengan air putih atau minuman tanpa gula.
Jangan hanya menghindari gula, tetapi perhatikan karbohidrat
Ini yang sering keliru.
Nasi memang tidak manis, tetapi tetap mengandung karbohidrat. Begitu juga mie, roti, kentang, singkong, jagung, tepung dan berbagai makanan berbahan dasar tepung.
Jadi, bukan hanya gula pasir yang perlu diperhatikan. Jumlah karbohidrat secara keseluruhan juga penting.
Tidak harus langsung berhenti makan nasi. Mulailah dengan mengatur porsinya dan mengurangi makanan tinggi karbohidrat yang sangat diproses.
Pilih karbohidrat yang lebih baik
Usahakan lebih banyak mengonsumsi makanan yang minim proses dan kaya serat, seperti sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, dan buah utuh dalam jumlah yang sesuai.
Serat membantu membuat pola makan lebih mengenyangkan dan dapat membantu pengendalian gula darah.
Perhatikan porsi makan
Sederhananya, jangan biarkan makanan tinggi karbohidrat memenuhi sebagian besar isi piring.
Perbanyak sayuran, tambahkan sumber protein, kemudian konsumsi sumber karbohidrat dalam porsi yang sesuai kebutuhan.
Jika berat badan berlebih, usahakan turun secara bertahap
Pada penderita diabetes tipe 2 yang mengalami kelebihan berat badan, penurunan berat badan dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan memperbaiki kontrol gula darah.
Tidak perlu melakukan diet ekstrem. Yang penting adalah perubahan pola makan yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Jangan lupa bergerak
Olahraga dan aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa dan dapat meningkatkan sensitivitas insulin.
Jadi, mengatur makanan akan lebih efektif jika dibarengi dengan aktivitas fisik secara rutin.
5. Penutup
Mengendalikan diabetes tipe 2 bukan berarti harus "anti-karbohidrat" atau tidak boleh makan gula sama sekali.
Yang lebih penting adalah mengurangi gula tambahan, mengatur jumlah karbohidrat, memilih makanan yang lebih minim proses dan kaya serat, menjaga berat badan, serta aktif bergerak.
Dengan pola seperti ini, kita membantu tubuh bekerja lebih baik dalam mengendalikan gula darah dan mengurangi beban akibat resistensi insulin.
Dan satu hal penting: kalau sedang menggunakan obat diabetes atau insulin, jangan mengurangi atau menghentikan obat sendiri hanya karena sudah mengurangi karbohidrat. Perubahan pola makan bisa memengaruhi kadar gula sehingga penyesuaian obat sebaiknya dilakukan bersama dokter.
Intinya: bukan tidak boleh makan karbohidrat, tetapi belajar memilih dan mengatur jumlahnya.